Tips untuk Kamu yang Baru Mulai Lettering!

Lagi pandemi gini pasti banyak deh yang semangat untuk belajar skill baru karena banyak waktu di rumah. Dan mungkin salah satu yang baru kamu pelajari adalah lettering? Kalo iya, pas banget, yuk baca tips dariku yang sudah belajar lettering sedikiiiit lebih duluan 😀 Nggak bermaksud menggurui in any way yaa, karena aku pun sama-sama masih belajar. Aku cuma ingin berbagi hal-hal yang aku harap aku tahu pas awal-awal belajar lettering dulu.

Gambar lamaku, rasanya pas buat post ini biar semangat hahaha.
Gambar lamaku, rasanya pas buat post ini biar semangat hahaha.

Oh iya, mungkin sebagian besar tipsku di sini cukup obvious, tapi emang beneran penting nih ini semuaa! Dan karena aku fokus di brush lettering alias lettering pakai brush pen, beberapa tipsku di sini bisa jadi hanya bakal relate untuk kamu yang lagi belajar brush lettering juga. Yuk ah dibaca~

1. Pakai tools yang ada

Banyak orang beranggapan bahwa untuk memulai lettering, butuh alat tulis yang proper. Misalnya brush pen yang bagus dan harganya mahal. Padahal, banyak loh brush pen yang harganya terjangkau, merek lokal pun udah banyak yang keluarin produknya, misalnya brush pen Snowman yang hanya 5ribuan per pcs, atau brush pen Joyko yang dijual per set dan jatohnya 3ribuan aja per pcs.

Kalau belum punya brush pen, kamu bisa mulai dengan nyobain faux lettering. Simpelnya, kamu ‘meniru’ hasil coretan dari hasil brush lettering, bisa pakai pensil atau pulpen apapun. Baca lengkapnya di sini ya, aku jamin kamu langsung bisa: Lettering Tanpa Brush Pen? Bisa kok! Yuk Cobain Faux Lettering!

Atas dan bawah sama-sama pakai spidol bullet-point, tapi untuk yang bawah aku pakai teknik faux lettering biar keliatan seperti pakai brush pen.

Untuk kertas pun, pakai kertas HVS 70gsm (kertas fotokopi biasa) cukup kok. Pakai buku tulis yang dipakai di sekolah juga bisa. Hayooo jangan pake alesan belum punya alat tulis bagus lagi yaaa. 😀

2. Belajar satu huruf demi satu huruf

Kebanyakan orang (termasuk aku) terdorong untuk belajar lettering setelah melihat hasil karya lettering orang-orang yang terlihat mengagumkan, lalu ingin cepet-cepet bisa membuat karya seperti mereka. Santuy gengs, Rome wasn’t built in a day.

Setiap karya lettering terdiri dari letter. Huruf. Belajarlah satu huruf demi satu huruf, mulai dari a, b, c, dan seterusnya. Ketika kamu sudah menguasai setiap bentuk huruf, membuat lettering apapun akan kerasa lebih mudah. Selanjutnya kamu hanya tinggal latihan untuk menyambungkan setiap huruf yang sudah kamu kuasai menjadi rangkaian kata, frasa, atau kalimat.

3. Tulis pelan-pelaaaaan…

Semua proses lettering yang kamu lihat di YouTube atau Instagram biasanya dicepetin, bisa 2x bahkan 10x lebih cepet dari aslinya. Bisa menulis lebih cepet bukan berarti lebih jago, ya kan? (Btw, lettering artist yang aku tahu bisa nulis super cepet dan hasilnya perfect cuma satu: @calligkatrina.)

Tips dariku, tulis pelan-pelan aja yaa. Coba rasakan setiap sensasi upstroke… Downstroke… Loop… Dan jangan ragu untuk angkat pen mu setiap selesai satu coretan. Dengan menulis pelan-pelan, hasil coretanmu bisa lebih rapi. Lebih jauh lagi, kalau kamu membuat setiap coretan dalam keadaan “sadar”, pasti lebih gampang terekam di muscle memory kamu. Dengan kata lain, kamu bisa lebih cepat belajar. Take it veeeery slowly and enjoy the process, pals!

4. Cari inspirasi

Carilah banyak referensi di internet, baik di Instagram, YouTube, TikTok, Pinterest, you name it lah, boleh dimana aja. Banyak banget referensi yang mungkin bisa menginspirasi kamu tentang berbagai teknik dan kreasi lettering, biar nggak gitu-gitu aja. Misalnya tentang komposisi, blending warna, dekorasi, atau sekedar tips-tips sederhana yang kaya kamu baca sekarang. Hehehe.

Aku pribadi punya daftar lettering artist yang aku jadikan panutan, dan mereka selalu bikin aku tergerak untuk terus latihan. Beberapa di antaranya pernah aku tulis di sini: 5 Lettering Artists yang Wajib Dikepoin!

5. Latihan, latihan, latihan!

Poin ini nih yang paling penting, valid no debat wkwkwk. Jelas, dengan semakin banyak latihan, tangan kamu akan semakin luwes, karena muscle memory lama kelamaan akan terbentuk secara otomatis dan menulis pakai brush pen akan semakin kerasa natural, jadi kaya nulis biasa aja.

Sepuluh menit setiap hari secara rutin selama sebulan menurutku bakal lebih baik daripada kamu latihan 10 jam sekaligus tapi hanya sekali sebulan. Sekali lagi, Rome wasn’t built in a day.

Waktu awal aku belajar, hampir tiap hari nggak bisa lepas dari brush pen sampe pergelangan tanganku kerasa agak sakit (lebay emang yak hahaha). Brush pen pun abis mulu karena dipake terus-terusan. Tapi memang lettering bikin aku seneng, aku enjoy belajarnya, and it paid off. –Bukannya aku merasa udah jago ya, tapi thanks to my practice hours, aku sekarang berada di titik dimana aku puas dengan hasil lettering-ku, dan aku masih punya motivasi yang besar serta ruang yang cukup luas untuk belajar lebih jauh lagi 😀

Practice 40 hours a day,” kalo kata Twosetviolin.

Selesaaaai! Nulis ini (dan baca tulisan ini) memang mudah, tapi aku tahu penerapannya nggak semudah itu. Hahaha ayo semangaattt! Semoga tips singkat yang kamu baca barusan bisa berguna yaaah. Yuk yuk latihan lagi~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s