Pen Review: Tombow Fudenosuke Soft Tip Vs. Hard Tip

(disclaimer: review ini bersifat subjektif, berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi)

Untuk kamu yang pernah belajar atau pernah cari tahu tentang lettering, pasti sudah gak asing dengan merek Tombow. Kayanya Tombow memang baru beberapa tahun terakhir ini hadir di Indonesia. Dulu masih agak mahal dan jarang, sekarang udah ada dimana-mana, di toko-toko online pun bertebaran.

Brand Tombow ini punya banyak jenis art tools, dan untuk brush lettering sendiri ada Tombow ABT Dual Brush yang tip / ujung pena nya cukup besar, dan Tombow Fudenosuke yang tip / ujung pena nya lebih kecil. Baik ABT Dual Brush atau Fudenosuke ini banyak direkomendasikan untuk pemula, tapi aku sendiri sangat sangat merekomendasikan si Fudenosuke ini karena lebih mudah untuk dikontrol. Sedangkan si Dual ABT, ujung brush-nya lebih fleksibel sehingga baigku akan sedikit lebih sulit untuk first-timer.

Bisa klik di sini ya untuk baca ulasan lengkap dariku mengenai brush pen Tombow.

Ya, yang akan dibahas dalam post ini adalah Tombow Fudenosuke; yang terdiri dari soft tip dan hard tip.

Tombow Fude Soft tip maupun Hard tip ini harganya sama, sekitar 20-25K per pcs. Bentuk fisiknya hampir sama; hanya saja yang Soft tip berwarna hijau tua, Hard tip berwarna biru tua. Keduanya sama-sama water-based, dan sejauh ini dia tidak bleeding atau feathering pada kertas. Lalu sejauh ini aku pakai keduanya dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda fraying (ujung brush-nya terurai) karena terbuat dari plastik, bukan bulu-bulu sintetis yang di-press. Btw, mereka ini cukup sulit untuk blending dengan warna / pen lain dibandingkan ABT Dual Brush.

Nah, apa sih perbedaan dari kedua brush pen ini?

Ukuran tip sama, Kelenturan berbeda.

img_20190517_132727-01
Tombow fude Soft tip (atas) dan Hard tip (bawah)

Ukuran dari kedua pen ini sama, tapi sesuai namanya, Tombow Fude Soft tip memiliki ujung pena yang lebih soft (lembut) alias fleksibel, sehingga hasil coretannya bisa lebih tebal. Garis tipis dan tebal (upstroke dan downstroke) bisa terlihat lebih kontras dan dinamis.

cci05172019-2
Hasil scan alfabet menggunakan Tombow fude Hard tip (atas) dan Soft tip (bawah).

Sedangkan Tombow Fude Hard tip memiliki ujung pena yang lebih hard (keras) alias kaku, sehingga hasil coretan tipis dan tebalnya tidak terlalu kontras, tapi tetap terlihat dinamis sebagaimana hasil coretan brush pen. Kelebihan dari tip yang lebih keras, artinya lebih mudah untuk dikontrol, lebih beginner-friendly terutama untuk yang belum terbiasa menggunakan pena dengan ujung brush.

“Mana yang lebih bagus?”

Well, I would say, both are good. Waktu awal aku belajar lettering, kerasa banget lebih mudah menggunakan yang Hard tip. Tapi makin lama aku lebih suka dengan yang Soft tip karena terasa lebih dinamis dan ukuran coretan yang dihasilkan sedikit lebih besar. Anyway, Tombow Fude Soft tip ini mirip banget sama Pentel fude touch.

Oh iya, Tombow Fude Soft tip hanya tersedia warna Black ya, sedangkan Tombow Fude Hard tip tersedia dalam 10 warna: Black, Gray, Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Purple, Pink, dan Brown.

Jadi gimana? Udah menentukan mana yang lebih kamu suka? 😀

BACA JUGA: Brush Lettering 101: Rekomendasi Brush Pen Terbaik untuk Pemula!

Ramadhan datang!

IMG_20190427_151001-01
Karyaku minggu lalu. Dibuat menggunakan Tombow ABT dual brush N65, Tombow Fudenosuke soft tip, Sakura Gelly Roll white, Sakura Pigma Micron 0.2.

Hari pertama Ramadhan! Tiga tahun terakhir ini selalu deg-degan pas Ramadhan datang, setelah mulai belajar dan mengahayati keutamaan bulan Ramadhan. Yes aku memang anak baru hijrah hahaha.

Yuukkkk isi bulan Ramadhan ini dengan hal-hal baik. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari hari ini. Ulangi besok, besoknya lagi, dan besoknya lagi😊

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit.” (HR Bukhari&Muslim)

(Beberapa hari ini penuh dengan kerjaan dan kegiatan lain yang menumpuk karena sakit, sekarang baru mulai nulis lagi dan merasa gagal melakukan challenge menulis 30 hari ini. Hiks. Ayo mulai lagi!)

Animals’ supports! (1)

I was walking down the street when a bird stopped by and said, “I am free, and you are too”. We looked at each other for a second, I smiled and thanked her. Then she made her way back to the sky, as I made my own way towards my so-called dream.

IMG_20181010_180956_072
The Bird. (Already posted this drawing on my Instagram some times ago, inspired by one of my favorite artists Chibird.)

Five-year comparison! (2014 vs 2019)

Sooooo I recreated one of my very first mandalas from 2014! Same pens, same sketchbook.

img_20190427_161211-01
2014 (left) vs 2019 (right)

Drawing for me is like writing a journal. When I look at my old drawing, I can mostly remember what I felt while I was drawing it, what/whom I was thinking, or what/who inspired me to make it. Also, every phrase I quote in my works (and Instagram caption) is related to what happened in my life, so I do remember what’s behind every drawing.

I used to surf the web looking for patterns that are easy enough to copy and modify (steal like an artist, right?), and countless mandalas later… My hand draws what it wants🤣 I’m just enjoying every line that I draw until now. The difference after these 5 years may look subtle, but I’m content with the progress made.