Hello, Again.

Woohoo I’m writing again! I’m surprised how long it takes for me to write another post after the last one.

(here my excuses start) (just skip this part) These two months had been cray-cray and I was a bit stressed out. There were some new projects at work. There was some minor renovation in my house which was quite disturbing. My house assistant is no longer around so I gotta help to do the chores I’m not accustomed to. I had a lot of irons in the fire and gotta go out of town almost every week so I was physically tired. And also, there were some personal things/issues going on that made me mentally drained. I used all my free time to rest, pray, do nothing and overthink things, or simply meditate. Writing was not my top priority, so yeah. (here the end of my excuses) (thank you if you actually care and read this, lol)

And now some of them had passed, I feel like I can actually take a breath and continue my routine. Working in peace, drawing, hanging out, everything. And also writing! I think I have some more topics to be shared in this blog, hopefully I can make writing one of my routines too! I’m gonna start with one post per week to start –will try my best to manage.

This is no longer a 30-day-writing-challenge-whatsoever, it’s just me trying to consistently grow my skill in writing. So, hello again!🌼

img_0142
Let’s grow! (Made using Procreate.)

My Last Post

…for this 30-day writing challenge! I think in my case the name 30-post writing challenge suits better than 30-day writing challenge lol. Anyway, cheers!

I can’t say I love writing as lightly as I’d say I love drawing just yet, although I feel like my writing is slightly improved after those 29 posts I made. I said slightly, ’cause I know my writings still suck. But hey, look!

tenor
(This is one of many reasons to love Jake the Dog from Adventure Time.)

This challenge has been fun and I’m glad I did this. I cheated by skipping some days for whatever reasons, but I know I’ve done my best!

Here’s the list of what I’ve been writing this 1,5 month:

Post 1 – So I Started Art (again)
Post 2 – Cukup mulai dengan satu garis
Post 3 – Five-year comparison! (2014 vs 2019)
Post 4 – Animals’ supports! (1)
Post 5 – Animals’ Supports! (2)
Post 6 – Ramadhan datang!
Post 7 – Pen Review: Tombow Fudenosuke Soft Tip Vs. Hard Tip
Post 8 – Pen Review: Snowman Drawing Pen Vs. Sakura Pigma Micron
Post 9 – Brush Lettering 101: Memilih Kertas untuk Lettering
Post 10 – Animal’s Supports! (3)
Post 11 – Pen Review: Joyko Brush Pen
Post 12 – Hoarder? Collector?
Post 13 – You (Actually) Have Time.
Post 14 – Menulis tanpa Membaca, Susah!
Post 15 – Pen Review: Tombow ABT Dual Brush Pen Vs. Sakura Koi Coloring Brush Pen
Post 16 – Belanja Alat Gambar: Pilih Online atau Offline?
Post 17 – Menggambar, Untuk Apa?
Post 18 – Let’s do Zentangle!
Post 19 – Pensil Baru!
Post 20 – Brush Lettering 101: Tips Menjaga Brush Pen Agar Lebih Awet
Post 21 – Gambar Modal Seribu!
Post 22 – A cat doodle, just because.
Post 23 – “Gambarin Dong….”
Post 24 – I’m Attending Online Course: Procreate For Beginners!
Post 25 – Menghadapi Art Block!
Post 26 – Finished My ‘Procreate for Beginners’ Course!
Post 27 – Different Kind of Sunday.
Post 28 – Digital art is fun, but ink and paper are still the champions (for me).
Post 29 – Brush Lettering 101: Rekomendasi Brush Pen Terbaik untuk Pemula!
Post 30 – This last post 😀

Some posts are related because most ideas came from my former posts; means an idea is grown. The more I write, the more ideas I have. Just like the more I draw, the more I feel inspired to draw.

Soooo.. this won’t be the last time you see my writings! I want to try having my own domain or writing on other platforms like Medium, but let’s see. And I probably won’t post as many as I did before, but yes, there are more to come!! If you have any theme regarding art or anything else you’re curious about, just hit me up 😀

Thank you to everyone who’ve been reading my writings, I appreciate you a lot XOXO.

Menulis tanpa Membaca, Susah!

“Writing requires input and output. You need to feed your mind and then use it to produce valuable thoughts. The higher quality your inputs, the higher quality your outputs.” (dikutip dari artikel di Medium)

Couldn’t agree more with this! Selama melakukan 30-day writing challenge ini, kerasa banget menulis sedikit lebih mudah saat kita banyak membaca. Walaupun bacaannya gak berkorelasi dengan apa yang ingin ditulis, tulisanku sedikit lebih “mengalir” saat aku sedang membaca sesuatu. Setelah “keseringan” main Instagram (dan YouTube) beberapa tahun terakhir ini, suguhan visual menjadi santapan sehari-hari. Seringkali aku scroll timeline untuk menikmati foto atau video saja tanpa membaca caption, karena, paling isinya quote-quote yang ga ada korelasinya dengan gambar. Wkwkwk. Yaaa kecuali untuk beberapa teman dekat atau influencer yang benar-benar influences aku. Hehe.

Setelah aku baca puluhan artikel mengenai berbagai topik di Medium bulan lalu, aku merasa termotivasi untuk menulis. Bisa dibilang, input ini yang membuatku sedikit gak sabar untuk menciptakan output. Simpelnya, I do want to share things that might help people, like their writings did to me. Katanya sih, yang penting mulai dulu, just press those damn keys! 😀 

Aku cukup sadar dengan tata bahasa Indonesia-ku yang berantakan, karena memang aku cukup jarang baca buku atau artikel berbahasa Indonesia. Aku gak sering membaca, dan ketika membaca, buku atau artikel berbahasa Inggris terasa lebih nyaman buatku; entah kenapa terasa lebih valid(?) dan lebih mudah aku pahami. Aku juga aware kok bahasa Inggris-ku masih pas-pasan, sama berantakannya dengan bahasa Indonesia-ku, tapi justru dengan menulis ini aku merasa bisa belajar banyak. Untuk membuat tulisan sepanjang ini saja aku butuh lebih dari satu jam, bisa bayangkan kan aku masih sangat kesulitan dalam menuangkan apa yang di otak ke dalam bahasa tulisan? :’)

Balik lagi ke kutipan di atas, tentunya susah dong ya menciptakan tulisan-tulisan yang bermakna kalau bacaan kita aja gak berkualitas atau bahkan gak pernah baca. Makanya saat ini aku belajar untuk baca lebih banyak agar bisa menulis lebih banyak, baik dalam bentuk buku, artikel, atau postingan teman-teman di WordPress ini; you guys help me a lot! 

Kalau teman-teman punya rekomendasi blog yang tulisannya menginspirasi kalian untuk terus menulis, boleh dong di-share di kolom komentar 🙂

Hoarder? Collector?

“I have too much art supplies,” said no one ever.

Art supplies are indeed addictive. Tidak ada kata “cukup” atau “berlebihan” untuk orang-orang sepertiku yang secara rutin membeli pulpen, sketch book, sticky notes, washi tapes, dll hampir setiap bulannya. Specifically, setiap habis gajian lol. Aku selalu penasaran, ingin mencoba, dan memiliki berbagai alat tulis yang belum pernah aku pakai sebelumnya. Ada rasa puas tersendiri setelah membeli dan memakai barang-barang tersebut. Ada beberapa yang benar-benar aku suka dan kupakai berulang kali hingga habis (dan kubeli lagi, kadang kubeli beberapa sekaligus agar merasa “aman”). Ada pula yang cukup satu atau beberapa kali kupakai lalu akhirnya kusimpan dalam sebuah box bersama puluhan alat tulis lainnya yang hanya sesekali kukeluarkan.

Sering terpikir, apakah aku seorang hoarder, or simply a collector? Ini yang aku temukan di Psychology Today:

“…Art supplies comprise a large part of many hoards… People who hoard often come up with idea after idea, saving things for all kinds of creative reasons but never following through with those plans. They have become victims of their own creativity.” 

Ini bener banget sih, mungkin aku memang ada bakat menjadi seorang hoarder hahaha. Seringkali aku membeli sesuatu karena terinspirasi oleh seseorang yang memakainya, dengan harapan agar bisa membuat karya seperti yang mereka buat. Namun faktanya ide-ide itu jarang ada yang terwujud, seakan-akan semua ide itu hanya sebuah excuse untuk bisa punya lebih banyak art supplies.

Anyway, alat-alat gambar yang kubeli selalu terpakai kok untuk ide lain yang muncul secara tiba-tiba saat alat tersebut sudah ada di depan mataku, walaupun hanya satu dua kali terpakai. Hanya mungkin, aku memang perlu mengurangi bahkan berhenti membeli art supplies lagi dan lagi, karena box-ku sudah semakin penuh.