Pensil Baru!

Setiap orang pasti memiliki setidaknya satu barang yang sejak lama dicita-citakan. Aku pun sama. Ada sebuah pensil yang ingin sekali aku miliki sejak beberapa tahun lalu, namun selalu tidak jadi kubeli karena memang harganya cukup mahal untuk ukuran sebuah pensil. Bisa saja kubeli dengan tabunganku, tapi sayangnya aku tidak butuh. Hanya ingin.

Beberapa hari yang lalu, pensil ini muncul di halaman utama salah satu aplikasi e-commerce di hapeku. Wah, harganya turun. Ada cashback juga. Bentar lagi THR cair. Dan langsung saja kubeli. Kebetulan dua minggu ini kurasa sudah cukup berhemat karena tidak ngopi sana sini.

Dua hari kemarin, aku ‘bolos’ menulis karena si pensil ini. Satu-satunya penyesalan yang ada selama aku pakai pensil ini adalah kenapa tidak kubeli dari dulu?

img_20190524_172920-01

Rasanya seperti menjelajah dunia yang baru hanya dengan satu alat ajaib ini. Bisa dibilang, ini pertama kalinya aku menjajaki dunia gambar digital. Sebelumnya aku memang pernah memakai Galaxy Note, tapi saat kucoba menggambar dengannya, sensasinya terlalu berbeda dengan gambar tradisional sehingga tidak pernah kupakai menggambar lagi. Tapi dengan pensil yang satu ini, dan satu aplikasi penuh sihir bernama Procreate, aku rasa aku mulai sedikit jatuh hati pada seni digital.

Menggambar, Untuk Apa?

Sejauh ini, aku menggambar untuk kesenangan dan kepuasan diriku sendiri. I’m doing art for the sake of art. I’m sharing it on the internet so people can see how fun it is to create something. Kadang aku merasa bingung ketika ada (banyak) teman yang bertanya kenapa karyaku tidak dijadikan bisnis saja.

Belum terpikir untukku menjual atau membuat karya-karyaku menjadi sebuah bisnis. Aku merasa belum siap membagikan karyaku untuk orang lain secara profesional. Sejujurnya, aku takut karyaku diukur dengan valuasi uang, aku takut karyaku tidak ada harganya di mata orang lain, aku takut orang lain menganggapku terlalu percaya diri padahal karyaku biasa saja. Tapi, hal yang paling aku takutkan, adalah aku sendiri akan lupa betapa menyenangkannya menggambar jika aku melakukannya untuk rupiah.

Mungkin bisa saja suatu saat aku menjadikan karyaku sebagai bisnis, tapi saat ini, aku memang hanya menggambar apa yang ingin aku gambar; untuk diriku sendiri. Beberapa kali aku menggambar untuk orang lain, ya karena memang aku ingin menggambarnya. Misal, ketika teman dekatku meminta secara personal agar dibuatkan desain undangan / souvenir pernikahannya, aku senang karena bisa sedikit berperan di hari bahagia mereka, dan kebetulan aku memang sedang ingin dan ada waktu untuk melakukannya. Tentunya hal ini akan sangat berbeda kalau mereka memintaku untuk melakukannya lalu memberi upah berupa uang. Bagiku hal ini rasanya akan berbeda sekali.

Kalau boleh, tidak perlu tanya apa yang akan aku lakukan dengan karyaku. Aku sendiri tidak tahu kemana mereka akan membawaku. Yang pasti, aku nyaman dengan mereka dan aku ingin selalu membuat karya yang baru lagi dan lagi.

Pen Review: Joyko Brush Pen

(disclaimer: review ini 100% pendapat pribadi. Joyko brush pen ini muncul di timeline salah satu aplikasi e-commerce di hapeku kemarin banget, dan langsung cussss aku beli. Jadi ini review berdasarkan first impression ya.)

Highlight-ku dari brush pen Joyko ini adalah: MURAH BANGET! Satu pak berisi 12 warna aku beli dengan harga 31,000 aja. Murah banget gak sih😭😭😭 DAAANNN dia punya dua tip! Brush tip dan fine tip. Mantap banget kan, dengan harga segini menang banyak. Bagaimana dengan kualitasnya? Yuk mari kita bahas!

img_20190511_110832-01
Harga satu set brush pen Joyko = Harga satu buah brush pen Tombow fude twin tip. 31ribu aja!

Continue reading “Pen Review: Joyko Brush Pen”

Brush Lettering 101: Memilih Kertas untuk Lettering

(disclaimer: tulisan ini bersifat subjektif, berdasarkan pendapat dan pengalaman pribadi.)

Kertas apapun bisa digunakan untuk brush lettering, namun di sini aku share beberapa tips dalam memilih kertas untuk kamu yang sedang belajar brush lettering agar hasil yang didapat lebih maksimal dan tidak merusak brush pen, semoga berguna! Continue reading “Brush Lettering 101: Memilih Kertas untuk Lettering”