Mencoba Mewarnai (lagi)

Beberapa minggu ke belakang, rasanya sibuk. Ada projek yang lumayan menyita waktu dan pikiranku, jadi memang ada beberapa hal yang perlu ‘dikorbankan’, di antaranya adalah menulis di blog ini, dan… Menggambar. Kayanya selama sebulan terakhir aku hanya menggambar dua lembar, dan mewarnai satu lembar.

Loh, mewarnai? Betuuul, jarang-jarang aku mewarnai ya kan. Tapi ternyata sesekali boleh dicoba juga loh 😀

img_20200418_114800-01
Hasil mewarnaiku dengan Stabilo Pen 68.

Continue reading “Mencoba Mewarnai (lagi)”

Lettering Tanpa Brush Pen? Bisa kok! Yuk Cobain Faux Lettering!

Hand-lettering kekinian identik banget dengan yang namanya brush pen, yaitu pena yang ujungnya berupa kuas. Brush pen juga semakin mudah ditemui dengan semakin populernya brush lettering, studygram, dan bujo alias bullet-journal. Dulu memang agak mahal, tapi sekarang merek-merek lokal seperti Joyko, Kenko, Snowman, dll. juga punya produknya loh, dengan harga yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.

Well, kalau kamu ingin mencoba lettering namun belum punya alat khusus seperti brush pen, sebenarnya kamu bisa pakai pulpen, spidol, pensil, atau apapun yang kamu punya untuk ‘meniru’ hasil coretan dari brush pen –atau tools lain sekalipun. Biasanya teknik ini disebut dengan faux lettering (faux = palsu, tiruan, imitasi). Contohnya seperti ini:

faux-01.jpg
Hasil scan perbandingan hasil brush lettering beneran, dan faux lettering menggunakan spidol biasa (di sini aku pakai Snowman marker).

Dalam tulisan ini aku coba buat tutorial ala-ala yang gampang banget ditiru! Catatan kamu pasti akan lebih menarik dengan teknik sederhana ini 🙂

Continue reading “Lettering Tanpa Brush Pen? Bisa kok! Yuk Cobain Faux Lettering!”

Pemain Biola yang Menjual Jiwanya kepada Iblis.

img_20191023_134137-01.jpg
‘Paganini’ lettering + zentangle. Dibuat menggunakan Tombow ABT 676 & N65, Snowman drawing pen 0.4 & 0.1, dan Sakura gelly roll white.

Namanya Niccolò Paganini, seorang komposer dan pemain biola asal Italia yang sangat terkenal di abad ke-19. Konon, dia menjual jiwanya kepada iblis untuk ditukar dengan kemampuannya bermain biola, karena dia sehebat itu. Ada yang bilang dia sangat tersanjung dengan rumor tersebut, namun ada juga yang mengatakan bahwa dia sempat menyayangkan kenapa orang-orang mengatasnamakan ‘iblis’ atas kerja kerasnya selama ini. Katanya, dia berlatih 15 jam per hari sejak dia kecil loh. Can you imagine? Continue reading “Pemain Biola yang Menjual Jiwanya kepada Iblis.”

Sedikit tentang Terapi Seni / Art Therapy.

Beberapa hari yang lalu aku berkesempatan untuk mengikuti kuliah terbuka mengenai Art Therapy (Terapi Seni) di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Sebagai lulusan psikologi yang kebetulan tertarik pada seni rupa, topik ini bagiku sangat menarik. Tema ini masih agak jarang ditemui di Indonesia, setauku karena memang art therapist di sini masih bisa dihitung jari.

Aku merasa beruntung bisa ikut kuliah terbuka dengan kuota terbatas ini, jadi di sini kuketik satu-dua hal yang kucatat ya, semoga bisa menambah wawasan teman-teman.

img_0148
Diambil dari instagram mbak Arie @a.riswarie : Poster kuliah terbuka tentang Art Therapy di ITB hari Rabu, 2 Oktober 2019. Dalam satu hari kuotanya sudah langsung penuh, katanya. Aku pun izin beberapa jam dari kerjaan agar bisa datang kesini, niat yaaa wkwkwk.

Continue reading “Sedikit tentang Terapi Seni / Art Therapy.”