Apa itu Ink Ghosting, Bleeding, Feathering?

Bicara mengenai tinta, ada istilah yang namanya ink ghosting, bleeding, dan feathering. Kalau kamu suka gambar, kaligrafi, atau bujo (bullet journalling), mungkin kamu nggak asing dengan istilah ini. Kalau pun belum pernah dengar, kemungkinan besar kamu pernah mengalaminya juga loh saat menulis. Di ulasan-ulasan yang pernah kubuat tentang alat gambar, aku juga beberapa kali menyinggung istilah-istilah ini, dan sepertinya perlu aku uraikan lagi agar lebih jelas. Yuk mari!

Ghosting

Ghosting ini maksudnya tinta yang berbayang saat dilihat dari bagian belakang kertas. Walaupun nggak kebaca jelas itu tulisan apa atau gambar apa, kita bisa melihat bahwa di balik kertas itu ada bayangan tinta. Bagiku ghosting nggak terlalu mengganggu sih, karena saat menggambar aku biasanya memang hanya memakai satu sisi kertas aja. (Kalau menggambar di suatu kertas, halaman belakangnya memang sengaja aku biarkan kosong.) Untuk journalling pun, biasanya ghosting hanya sedikit mengganggu.

Berikut contoh ghosting:

img_0357
Ghosting = tinta berbayang di halaman belakangnya.

Bleeding / Bleed-through

Bleeding itu ketika tintanya sampai tembus dan kelihatan jelas ke bagian belakang kertas, bahkan nggak jarang sampai ke halaman setelahnya. Ini nightmare sih, haha. Karena alat gambar yang paling sering aku gunakan adalah marker & pena, bleeding ini lumayan sering terjadi karena tinta yang basah akan lebih rentan untuk tembus kalau kertasnya nggak compatible. Aku biasanya menyelipkan satu kertas HVS di belakang halaman yang sedang aku pakai untuk berjaga-jaga dari tinta yang bleeding saat menggambar di sketchbook. Jadi kalau terjadi bleeding, yang jadi ‘korban’ hanya halaman belakangnya saja, sedangkan halaman selanjutnya bisa aman.👌🏻

Berikut contoh bleeding:

img_0356
Bleeding / bleedtrough = tinta tembus sampai ke halaman belakangnya, bisa sampai berbekas ke halaman selanjutnya juga kalau parah.

Feathering

Disebut feathering ketika tinta ‘menyebar’ ke bagian kertas lain, padahal bagian tersebut nggak kesentuh sama ujung pena. Jadi tintanya kaya merembes gitu. Ini terjadi ketika si kertas gak bisa menahan aliran tinta. Pengalaman feathering paling parahku adalah saat nyobain dip pen (pena yang dicelup ke tinta), pakai tinta yang lupa kubeli darimana, dan pakai kertas HVS biasa. Jelek dan berantakan banget sampai aku langsung menyerah🤣 Kertasnya juga langsung aku buang, dan sampai sekarang aku belum coba pakai dip pen lagi wkwkkw.

Berikut contoh dari feathering:

fountain-pen-ink-feathering
Feathering = tinta menyebar / merembes ke pinggir. Gambar diambil dari https://fountainpenlove.com/

Semakin lambat kamu menulis, efek feathering ini bisa semakin parah. Tips dariku, kamu bisa goreskan pena dengan lebih cepat untuk sedikiiiiit mengurangi efek feathering ini. Tekanan saat menulis juga bisa kamu kurangi agar bisa mengurangi aliran tinta ke kertas.

Apa yang menyebabkan ghosting, bleeding, dan feathering?

Tersangkanya cuma dua: antara kertasnya, atau tintanya. Bisa juga karena dua-duanya sih. Setiap kertas memiliki ketebalan dan daya serap yang berbeda, dimana ada kertas tertentu yang cenderung lebih ‘menarik’ tinta karena ada efek kapilaritas. (Hayo masih inget gak ini apa? Hahaha.) Contoh yang mudah dipahami, coba bayangkan tisu atau kertas koran. Dua material ini kan tipis dan gampang banget nyerap air, makanya kalau menggores tinta spidol di atasnya bukan hanya sekedar ghosting, tapi sudah pasti akan feathering dan bleeding parah.

Setiap tinta juga punya formula yang berbeda. Ada yang jenis tintanya kering (misalnya ballpoint Pilot/Standard sejuta umat itu), dan ada juga yang tintanya basah (misalnya spidol Snowman). Tinta yang basah akan lebih rentan terhadap ghosting, bleeding, dan feathering. Ada juga tinta-tinta tertentu yang formulanya membuat dia kurang compatible dengan kertas biasa, misalnya spidol Sharpie yang pernah kuulas sebelumnya. Dia dirancang agar tahan di hampir semua permukaan, dan kertas bukanlah media terbaik untuk menggunakannya. (Btw, pada gambar bleeding di atas, itu aku menggunakan Sharpie Fine Point Marker.)

Bagaimana menghindari ghosting, bleeding, dan feathering?

Sampai sekarang aku belum menemukan ‘rumus’ agar tinta nggak menghasilkan efek ghosting, bleeding, dan feathering sama sekali. Tapi kalau mau aman, ya memang harus gunakan kertas yang sesuai. Misalnya ketika mau pakai marker / spidol, ya pakai kertas untuk marker, misalnya Canson XL Marker atau Bristol. Kalau maksain pakai spidol di buku tulis Sidu 60gsm yang biasa dipakai anak sekolah, ya susah juga kan hehehe.

Oh iya, sebenarnya kertas yang tebal juga belum tentu aman. Bisa lihat contoh di bawah ini. Ini jurnal produksi lokal tanpa merek yang iseng aku beli online tanpa cari ulasannya dulu. Dia kertasnya tebal (kayanya >100gsm), tapi… Lihatlah sendiri. Ini aku bandingkan dengan kertas Canson XL Marker (70 gsm) ya.

img_0359
Perbadingan hasil coretan pada jurnal 100gsm dan kertas marker 70gsm. Kertas yang tebal tidak selalu berarti lebih aman.

Di bagian kiri dari masing-masing kertas, aku menempelkan ujung brush pen Tombow Dual ABT dan aku diamkan selama 5 detik. Walaupun kertas di sebelah kiri lebih tebal, tinta mengalami feathering lumayan parah, sedangkan di sebelah kanan tinta tetap diam di tempat.

Perhatikan juga huruf h di sebelahnya. Kalau dilihat lebih dekat, pada kertas di sebelah kiri goresan tinta merembes pada kertas, dan menjadikan bagian luar hurufnya nggak rata (lihat panah warna hijau). Kaya ketarik ke pinggir gitu. Berbeda dengan kertas di sebelah kanan, dimana hasil coretan relatif smooth.

Selain itu, kertas mahal juga nggak selalu menjamin bahwa dia akan cocok dengan semua jenis tinta loh, contohnya Moleskine. (Aku sendiri nggak pakai karena mahal wkwkw.) Dia ini tebal, halus, dan terbuat dari bahan berkualitas, tapi dari yang kubaca, dia nggak compatible dengan jenius fountain pen, karena memang tidak dirancang untuk itu. Jadi memang harus cari pasangan kertas dan tinta yang sesuai, bukan sekedar cari yang mahal.

Oke, jadi, cara yang paling efektif tentunya adalah… Eksperimen! 😀 Dicoba sendiri satu-satu, mana kombinasi kertas dan pena yang oke. Trial and error gitu. Kamu bisa bikin semacam pen test log di setiap sketchbook / journal untuk lihat kecocokan kertas dan pulpen yang kamu punya. Intinya, karena setiap kertas dan tinta punya karakteristik yang unik, kamu harus coba sendiri untuk lihat apakah mereka compatible atau nggak.

img_20200104_105455-01
Contoh pen test log di sketchbook Canson XL Marker-ku.

Okay sekian! Semoga bermanfaat, dan semoga kita semua senantiasa dilindungi dari ghosting, bleeding, dan feathering ini. Hehehe. Keep practicing, keep experimenting! 😀

BONUS: Efek bleeding bisa kelihatan lucu juga loh! Ini salah satu gambarku memakai spidol Sharpie di sketchbook Canson XL Extra-Blanc (90gsm), dan aku seneng banget sama halaman belakangnya!

img_20191120_203554
Bleeding gemas. Lol.

(Sumber tambahan: 1 | 2 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s