Tentang Angan-Angan.

img_0327
Dibuat memakai aplikasi Procreate. Dikutip dari anonim.

Sekitar awal tahun 2017, aku punya sebuah angan-angan baru. Tidak akan kusebutkan apa, tapi aku yakin ini angan-angan “wajar” yang sepertinya akan muncul pada setiap orang yang memiliki keyakinan, pemahaman, dan cara pandang yang sama denganku tentang hal itu.

Ini bukan angan-angan kecil. Aku bahkan tidak kunjung berani untuk memulainya karena rasanya sudah terlambat. Aku tahu betul ini sama sekali bukan keahlianku, dan sepertinya otak ini sudah tidak se-cemerlang dulu. Belum lagi kesibukan ini dan itu yang membuatku lalai terhadap anganku yang satu ini.

Barulah awal bulan Oktober kemarin, akhirnya aku mengambil sebuah tindakan nyata. Perlu komitmen, konsistensi, dan waktu yang tidak sedikit.

Dua bulan telah berjalan. Sepertinya aku sudah satu setengah persen lebih dekat dengan angan-angan tersebut. Iya, memang tidak cukup dekat. Aku masih berada di ujung garis start. Dengan kecepatan langkahku sekarang, setidaknya butuh 10-15 tahun tanpa jeda untuk mencapai angan-anganku ini, dan perlu waktu seumur hidup untuk mempertahankannya. Seperti yang kubilang, ini bukan angan-angan kecil.

Rasa pesimis sering datang, dan ia sama sekali tidak membantu. Tapi rasanya sulit untuk aku usir, karena ia kadang ada benarnya. Jadi aku biarkan rasa pesimis itu tetap ada, sambil terus berusaha mengerahkan fokusku untuk terus maju.

Progresku kadang hanya maju satu inci setiap hari atau bahkan stagnan, tapi bagiku ini jelas lebih baik daripada harus kehilangan satu inci yang sudah kukejar di hari sebelumnya. Dan tentunya, aku juga terus berdoa agar selalu bisa semakin dekat dengan angan-angan tersebut.

Semangat ya, Aida! Kubuat gambar di atas dan tulisan singkat di sini agar jadi pengingat di waktu mendatang jika nanti semangat ini turun. You will do well. Just remember why you started.🌻