Nyobain WordPress Berbayar / Paid Plan!

Minggu lalu, aku memiliki domain baru untuk blog ini yaitu clumsyyellow.com ! Biar apa? Biar keren aja sebenernya hahaha. Setelah bikin blog ini, aku jadi ingat bahwa dulu aku pernah ingin punya situs dan domain sendiri, walaupun belum tau kontennya apa dan bagaimana caranya.

Nah, kata Google, pilihannya adalah antara pakai fasilitas paid plan / paket berbayar yang sudah disediakan WordPress.com, atau self-hosting (cari jasa hosting sendiri dan bisa pakai WordPress.org). Setelah galau dan bolak-balik cari ilmu di Google dua minggu sebelumnya, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku memilih paket berbayar WordPress.com.

Tertarik untuk pakai paket berbayarnya WordPress.com juga? Baca ke bawah ya 😀

Oh, I am not a tech-savvy, jadi tulisan ini kubuat sesuai apa yang aku tangkap dari artikel-artikel yang baru-baru ini kubaca, dan istilah-istilah di sini memakai bahasa awam sesuai pemahamanku. Tapi semoga bisa dipahami dan menambah wawasan untuk kamu yang penasaran dengan paket berbayar dari WordPress.com ini!

img_0287
Menulis di WordPress“, ilustrasi oleh aku. Hehe.

WordPress Paid Plan atau Self-Host ya?

Kebanyakan artikel yang kubaca lebih menyarankan untuk self-hosting, dengan pertimbangan lebih leluasa dalam pengelolaannya, dan biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. Memakai paket WordPress.com katanya mengeluarkan biaya lebih mahal, dan fitur yang lebih terbatas.

Jadi, kenapa aku malah memilih paket WordPress.com? Singkatnya, yang pertama tentu karena lebih praktis, dan kedua, karena ada “Reader“. Dua hal ini yang membuatku mengabaikan kelebihan self-hosting yang sudah kusebutkan di atas.

  • Lebih praktis. 

Untuk beralih self-hosting, kita perlu cari penyedia jasa hosting, melakukan migrasi konten, cari tema sendiri, backup sendiri, dll., sedangkan aku belum mengerti sama sekali dan lagi nggak mau ribet😌 Banyak penyedia hosting yang menyediakan jasa untuk migrasi juga, tapi ya itu, balik lagi, aku lagi nggak mau ribet wkwkwk. Dan kalau berganti ke WordPress.org tentunya harus menyesuaikan lagi dengan interface-nya.

Kalau menggunakan paket berbayar di WordPress.com, bener-bener nggak perlu merubah setting apapun. Konten blog yang sebelumnya sudah ada, tidak akan berubah sama sekali. Karena pada dasarnya kita nggak pindah rumah (host-nya tetap si WordPress.com), cuma nambah nama alamat (domain).

Setiap klik ke alamat blog-ku sebelumnya (clumsyyellow.wordpress.com) akan otomatis diteruskan ke domain-ku yang baru, yaitu langsung ke clumsyyellow.com. Permalink/URL dari setiap post sebelumnya juga nggak berubah, jadi setiap klik ke tulisan lamaku akan langsung diteruskan ke tulisan tersebut, namun dengan alamat baru.

Misalnya ini URL dari salah satu tulisanku sebelumnya: https://clumsyyellow.wordpress.com/2019/05/21/lets-do-zentangle/

Sekarang, kalau kamu klik URL tersebut, akan langsung diteruskan ke sini secara otomatis: https://clumsyyellow.com/2019/05/21/lets-do-zentangle/

Inilah satu hal yang membuatku lebih memilih paket berbayar dari WordPress.com daripada self-hosting. Bisa dibilang, udah langsung jadi tanpa perlu melakukan apa-apa.

Selain itu, memang tujuanku membuat blog ini adalah untuk konsisten menulis, jadi aku merasa hanya perlu untuk fokus ke konten. Bagiku saat ini, pengaturan blog ini itu belum terlalu penting, hehe.

Untuk baca lebih lengkap tentang WordPress.com vs. WordPress.org bisa baca di sini.

  • Kolom “Reader”

Reader” ini bisa dibilang tempat kita membaca tulisan dari blog yang kita ikuti, termasuk like, comment, dan share. Selain itu, kita juga bisa mencari topik yang menarik sesuai minat kita melalui “search“, atau membaca artikel-artikel pilihan yang disortir oleh tim WordPress melalui “discover“. Bagiku, kolom “Reader” ini lah yang menjadikan pengalaman wordpress-ku mirip seperti media sosial, bukan sekedar platform untuk menerbitkan konten. Sejauh ini pun aku menemukan banyak blog yang kontennya kusukai melalui kolom “Reader“.

Capture7
Reader” di WordPress.com

Berdasarkan artikel yang aku baca di sini, kolom “Reader” pada dasarnya nggak ada di WordPress.org. Bisa aja dimunculkan, tapi akan ada beberapa perbedaan. Yaa pokoknya alasan “Reader” ini juga lah yang membuatku memilih untuk tetap tinggal di WordPress.com.

Memilih Plan / Paket WordPress.com 

Setelah menentukan pilihan pada WordPress.com dibandingkan self-hosting, langkah selanjutnya adalah memilih salah satu paket yang tersedia. Ada beberapa pilihan paket berbayar, makin mahal tentu makin banyak juga fiturnya.

Capture6
Pilihan paket dari WordPress.

Aku memilih Personal Plan / Paket Pribadi, ini paket berbayar yang paling murah, tapi fiturnya juga paling sedikit: bisa pakai domain sendiri, menghilangkan iklan-iklan yang biasa muncul, dan ruang penyimpanan lebih besar (6GB). Aku pilih paket personal karena sejauh ini memang cuma hal-hal tersebut yang aku butuhkan.

Paket yang paling populer dan biasanya direkomendasikan oleh WordPress sendiri adalah paket Premium. Harganya dua kali lipat yang Personal, karena fiturnya juga lebih banyak: bisa unggah konten video dan audio, ruang penyimpanan lebih besar lagi (13GB), pilihan tema lebih banyak, bisa dimonetisasi / pasang iklan, dll. Tapi buatku fitur-fitur ekstra ini belum aku butuhkan.

Oh iya sekarang kan aku pakai Personal plan, kalau berubah pikiran dan ingin ‘naik kelas’ ke Premium dst cukup dengan membayar selisihnya saja.

Capture7
Gitu katanya.

Harga WordPress Personal Plan / Paket Pribadi

Harga yang aku bayar untuk WordPress personal plan adalah $4 per bulan, tapi bayarnya harus per tahun. Jadi biaya yang dikeluarkan di tahun pertama adalah $48, sudah termasuk domain gratis di tahun pertama. Untuk tahun kedua dan selanjutnya, biaya yang dikenakan untuk domain sebesar $18.

Jadi untuk Personal Plan ini biaya tahun pertama $48, lalu biaya di tahun kedua dst $66. Mahal atau murah relatif sih ya. Kalau menurutku, ini lumayan mahal karena aku belum pernah mengeluarkan uang untuk hal-hal kaya gini sebelumnya. Tapi selalu ada first time for everything, right?

Oh iya, biasanya di akhir bulan si WordPress kirim email berisi kode promo potongan 20%. Kemarin pun aku pakai promo ini, jadi total yang aku bayar sebesar $38.40.

Capture5

Untuk metode pembayaran bisa pakai kartu atau PayPal, aku sendiri pakai kartu debit Jenius andalanku 😀 Kalau dihitung-hitung, per bulan kena sekitar 45ribu rupiah. Anggap aja jajan Shihlin tiap bulan yakan hahaha.

screenshot_20191103-125028
Ini total biaya yang aku keluarkan kemarin.

Paket yang sudah dibeli akan otomatis diperpanjang setiap tahun. Bisa juga diatur ulang kalau ingin mengubah metode pembayaran, atau jika memilih untuk tidak diperpanjang.

Kalau paketnya tidak diperpanjang, konten blog akan tetap eksis tapi kembali lagi ke freebasic plan dari WordPress, termasuk balik lagi hanya bisa diakses melalui alamat awal dengan subdomain —.wordpress.com. Domain —.com yang sebelumnya dibeli nggak akan bisa diakses, kecuali beli lagi 😀

Ada garansi juga kalau mau coba dulu.

Yep, kalau ternyata paket yang dibeli tidak sesuai ekspektasi, bisa melakukan refund. Ini berlaku untuk 30 hari pertama. Sedangkan untuk domain, masa garansinya hanya 3 hari. Kemarin pun aku sudah berencana akan refund kalau misalnya ada yang nggak sesuai ekspektasi, tapi ternyata semuanya oke kok.

Kesimpulan: Is it worth the price?

Sebenarnya sampai sekarang aku masih bertanya, did I pick the right choice? Hahaha. Sejauh ini aku puas sih, karena aku tahu apa yang aku butuhkan dan paket WordPress personal ini sudah memenuhinya. Jadi menurutku ini harga yang pantas, walaupun mungkin kalau memilih untuk self-hosting bisa jadi lebih murah dan bisa menang banyak.

Aku pun belum tahu apakah tahun depan akan lanjut, berhenti, nyoba paket lain, atau nyoba self-hosting (mungkin ada yang mau ngajarin? Hehe). Let’s see ya. Semoga masih istiqamah nulis sampai tahun depan😂

Eh, di sini aku bukan promosi atau merekomendasikan apa yang kupakai ya, cuma curhat dan berbagi informasi. Mungkin bisa dijadikan pertimbangan in case ada yang tertarik tapi ngerasa bingung kaya aku kemarin wkwkwk.

Jadi, tertarik juga kah dengan WordPress berbayar ini? 😀

(Oh iya, kalau kamu ingin mulai nge-blog di WordPress.com dan langganan paket berbayarnya, bisa banget klik di sini untuk dapetin potongan $25! Lumayan banget looh. Potongan ini hanya berlaku untuk yang baru buat akun WordPress melalui link ini yaa.)

32 thoughts on “Nyobain WordPress Berbayar / Paid Plan!

  1. Awalnya aku tertarik, tp sampai skrg masih bimbang mau beli paket yg berbayar atau tidak.😁
    Kemarin smpat buatin website untuk sebuah perusahaan pakai rumahweb.com. Memang harganya lebih murah, cuma sekitar 350rb aja selama setahun, tapi ya itu. Kita harus migrasi konten dan tidak ada reader seperti biasanya:’) aku juga sepertimu kak. Males diribetkan dg hal2 seperti ini, wkwk. Kalaupun bisa dimonetisasi, kurang yakin bakalan balik modal atau ngga haha

    Liked by 1 person

    1. Waah keren udah bisa bikin website, Syifa 😀 Harga self-hosting lumayan menarik yaa, tapi effort-nya memang harus lebih. Toss dulu dong kita yang sama-sama males ribet hahaha

      Kalau traffic-nya tinggi lalu dimonetisasi katanya sih udah pasti balik modal. Tapi apalah aku yang masih culun ini ;D

      Like

  2. Nicw info.
    Kemarin aku juga terpikir utk melakukan hal yg sama karena katanya kalo berbayar kita bisa menjadikan blog menjadi sumber penghasilan tetapi setelah aku pikir lagi, sepertinya itu tidak akan bermanfaat utkku karena aku hanya have fun dan tidak konsisten.
    Dan satu lagi yg kutakuktkan waktu itu, misalnya aku ngadat bayar atau aku mengalami sesuatu yg diluar kemauanku makan tulisanku akan lenyap selamanya.
    Tapi membaca tulisan ini rupanya aku salah ya karena tadi aku baca ini; Kalau paketnya tidak diperpanjang, konten blog akan tetap eksis tapi kembali lagi ke free / basic plan dari WordPress, termasuk balik lagi ke alamat awal dengan subdomain

    Liked by 1 person

    1. Yepp Gassmom, benar kalau mau dijadikan penghasilan katanya harus serius, perlu konten yang niat dan posting secara konsisten untuk kumpulin audiens & ningkatin traffic. Nanti pendapatannya ngga hanya dari display ads (seperti adsense), tapi bisa juga dari brand-brand yang mau sponsorin post-nya 😀

      Betuul. Kalau berhenti paket berbayar ini, kontennya masih tetap ada kok (ttg hal ini ada di FAQ-nya wordpress), jadi no worriesss. Oh iya, perpanjangan paket ini bakal otomatis sebulan sebelumnya untuk menghindari gagal bayar. Jadi misal aku mulai berlangganan dari 30 oktober kemarin, tahun depan akan di-charge di tgl 30 september. Jadi misal terjadi gagal bayar, masih ada waktu sebulan untuk ngurusnya.

      Like

      1. Beluuum. Aku pakai paket personal jadi nggak bisa dimonetisasi / pasang iklan mba, hehe. Malahan aku pake paket berbayar biar yang visit blog-ku nggak perlu lihat iklan :” Untuk bisa pasang iklan dan dapat penghasilan dari traffic, minimal harus pakai paket premium.

        Like

    1. Terima kasih mba Shinta, semangat jugaa❤️❤️

      Sebenarnya dari pengalaman blogging-nya sendiri nggak ada bedanya, tapi buatku jadi tambah semangat aja wkwkwk. Tapi kalau dari segi pengunjung, sepertinya lebih mudah diingat karena lebih pendek (ngga ada subdomain-nya), dan nggak terganggu dengan iklan-iklan yang suka muncul.

      Terus entah karena plan+domain ini atau bukan, tapi jumlah visitor di blog ini kayanya lumayan naik. Tapi mungkin aku sok tau hahaha

      Like

      1. Mantap. Banyak ya kelebihannya wkwkwk terima kasih udah dijelasin, Mbak 💕💕💕

        Apapun kelebihannya, yang terpenting menambah semangatmu menulis ya mbak Aida 😘😘😘 dan semoga visitornya makin banyak! Haha 🙈

        Liked by 1 person

      1. Aku sendiri belum berpengalaman monetizing, tapi pernah baca salah satu tulisan blogger di sini (lupa siapa hehe), bisa kok pakai WordAds tapi katanya masih lebih besar pendapatan dari Adsense.

        Like

    1. Kalau pakai paket dari WordPress.com, minimal pakai paket yang Premium baru bisa pasang iklan. Nanti jumlah penghasilan setauku tergantung dari impression dan jumlah klik pada iklannya 😀

      Like

  3. Informasi yang sangat bermanfaat! Khususnya buatku yang diam2 menimang2 tawaran plan dari WP. 😂 Dan, samaaa, aku juga sempat mau coba self-hosting, tapi ribet pindahan rumahnya. :”) Kayaknya lebih cocok sama plan dari WP, tapi musti bertapa dan belajar lagi sih ya sebelum memutuskan, hahaha.

    Liked by 1 person

    1. Ternyata yang galau bukan hanya aku yaa hahaha. Aku cari review orang2 dulu sebelum akhirnya memutuskan (dan ngitung2 harganya), dan yang bikin fix adalah karena bisa refund! Coba dulu~ Kalo nggak cocok tinggal refund deh 😀

      Like

  4. Selamat Pagi Kak , terimakasih sudah memuat artikel ini.
    Saya ingin bertanya apabila tidak perpanjang plan akan kembali ke basic itu dari pengalaman pribadi ? Soalnya saya ingin mencoba tidak perpanjang plan tapi domain nya saja yang di perpanjang 🙈 hehe~
    Semoga saya menemukan pencerahan.
    Terimakasih

    Like

    1. Halo kak Lusee, saya sendiri baru mulai menggunakan wordpress plan. Mengenai kembali ke basic plan jika tidak perpanjang plan, kuambil dari sini –> https://wordpress.com/support/manage-purchases/

      Nah mengenai domain, di wordpress ini setauku harus pakai plan dulu baru bisa pakai custom domain (plan basic/premium/dst). Domain-nya bisa pakai dari wordpress atau dari luar. Kalau pakai domain dari luar bisa cari pilihan “domain mapping” dan kena $13 tapi sama2 tetep harus pakai plan dulu kak, jadi kalo dari segi biaya jatohnya sama aja sebenernya. Tapi ini sepengetahuanku yaa hehe semoga membantuu

      Like

      1. Makasih banyak kak aida~
        Semoga akan menemukan pencerahan setelah baca wordpress support itu 🙈

        Saya terlalu iseng waktu itu beli plan tanpa baca lagi kalo plan tidak perpanjang dll nya , hehe …

        Di awal emang saya pikir lebih muda langsung dari wordpress sudah free custom domain , daripada repot cari pihak ke-3 ,haha

        Bagaimana pun Terimakasih banyak kak 🙂

        Like

  5. Terima kasih sudah berbagi pengalaman dan gambaran mengenai kedua jenis wordpress yang ada.

    Nampaknya saya akan langsung coba self-hosting saja, hanya ketika blog sudah memiliki traffic di atas 1000 per hari (jumlah yang saya targetkan). Alasannya, menekan biaya dan mendapatkan keuntungan yang pasti dari “ad revenue” 😀

    Like

Leave a Reply to LuseeChin Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s