“Gambarin Dong….”

Merasa familiar dengan kata-kata ini? Biasanya kata-kata ini sering muncul di kolom komentar Instagram seseorang yang posting hasil gambarnya. Dan yang sering terjadi padaku, justru yang berkomentar seperti ini adalah orang-orang yang malah tidak begitu dekat denganku. Aneh kan?

Sejak pertama kali aku punya Instagram, komentar semacam ini memang sangat sering muncul di hampir semua akun gambar yang aku ikuti. Nah, beberapa di antaranya pernah membahas topik ini setelah seringkali merasa risih, karena hal ini seakan-akan sudah menjadi sesuatu yang lumrah dan okay. Tell you what; it is NOT okay.

Percakapan yang umum terjadi di DM antara seorang desainer dan pengikutnya, kurang lebih seperti ini:

🐢 : Kak, mau dibikinin logo dong
🖌️ : Halo, boleh tahu budget-nya berapa? 🙂
🐢 : Oh, berbayar ya kak?
🖌️ : …

Untuk orang yang menganggap seni sebagai hobi sepertiku, aku cukup membiarkan pesan-pesan semacam itu, apalagi dari orang yang tidak dikenal. No hard feeling. Tapi ternyata, bagi desainer atau seniman yang mencari penghasilan dengan menjual hasil karyanya, percakapan seperti ini tentu terkesan ‘meremehkan’ karya-karya yang mereka buat. Hal ini lebih sering terjadi pada freelancer (terutama mereka yang masih rising) karena mereka biasanya lebih aktif memanfaatkan sosial media sebagai kanal untuk mencari klien potensial. Padahal, belum memiliki banyak klien dan portfolio yang tebal bukan berarti karya mereka tidak ada harganya kan.

(Kasusnya mungkin akan sedikit berbeda dengan desainer in-house atau yang bekerja di agensi, walaupun yaa mereka juga pasti sering mengalami hal semacam ini jika posting karyanya di sosial media.)

Banyak orang belum faham berapa banyak waktu yang dikorbankan untuk memiliki skill seperti mereka; berapa biaya media atau alat penunjang untuk membuat karya tersebut, dan ratusan karya lainnya yang mengantar mereka ke tingkat keahliannya sekarang (mahal cuy!); berapa usaha yang harus mereka kerahkan; dan hal lain yang harus mereka tinggalkan untuk dapat menghasilkan karya seperti mereka saat ini. Belum lagi karya digital yang memerlukan gawai yang tidak murah, dan jangan lupakan juga harga perangkat lunaknya.

Budget yang kamu keluarkan tentu akan berbanding lurus dengan waktu yang dipakai dan usaha yang dikerahkan oleh seorang desainer. Kalau ada temanmu yang membuka jasa gambar atau desain, please, jangan minta ‘harga teman’. Kalau kamu memang seorang ‘teman’, bukannya seharusnya kamu memberinya lebih banyak dibandingkan kepada seseorang yang lebih asing?

Making money as an artist / designer is hard enough, please don’t make it harder for them by saying “gambarin dong…” 😊

6 thoughts on ““Gambarin Dong….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s